Sorry judulnya kepanjangan :P

Tanggal 15 Desember 2007 – satu hari setelah ICPC – saya pulang ke Indonesia dari Singapore. Rutenya seperti yang telah saya sebutkan di judul : HarbourFront – Batam Centre – Hang Nadim – Cengkareng – Depok – Cengkareng – Adi Sucipto. Knapa rutenya panjang banget? Yah sebenernya alasannya simple : hanya untuk menghemat beberapa ratus ribu rupiah =)

Pagi itu saya bangun lumayan pagi buat shalat subuh. Tapi karena masih ngantuk, setelah menyetel alarm di HP, saya tidur lagi. Tak terasa saya tidur terlalu lama. Dan baru jam 7.30 Waktu Singapura (selanjutnya akan disingkat WS) saya terbangun lagi. Menurut kalkulasi, sebenarnya saya masih punya lumayan banyak waktu untuk bersantai2.

Berikut kalkulasi awal saya:

NTU-HarbourFront Station 50 menit
HarbourFront Station-Pelabuhan 10 menit
Nunggu ferry 1 jam
HarboutFront-BatamCentre 1 jam
BatamCentre-Hang Nadim Airport 0.5 jam
Hand Nadim Airport-Cengkareng 1.5 jam

(Setelah dari Cengkareng, masih ada waktu 4.5 jam menunggu penerbangan ke Yogyakarta)

Dan berikut jadwal penerbangannya :

Hand Nadim Airport-Cengkareng (AirAsia) 13.25 WIB – 15.00 WIB
Cengkareng-Adi Sutjipto (Mandala) 19.30 WIB – 20.30 WIB

Jadi sebenernya waktu yang paling penting adalah pukul 13.25 WIB. Kalo sampai ketinggalan AirAsia, pasti bakal repot banget. Untuk itu paling nggak 3.5 jam sebelum pukul 13.25 WIB, i.e. 10.00 WIB atau pukul 11.00 WS saya sudah harus brangkat dari NTU.

Nah karena pukul 7.30 WS sudah terbangun, saya santai2 saja. Toh deadline-nya jam 11.00 WS. Berikut timelinenya:

7.30 Masak nasi di Microwave
7.35-7.50 WS Mandi
7.50-8.10 WS Masak
8.10-8.25 WS Makan (saya emang lama makannya =))
8.25-8.30 WS Checking terakhir barang2

Perfect! Jam 8.30 WS sudah di bus stop. Lebih cepat 2.5 jam dari deadline!

Setalah naik SBS #175 dan berganti MRT dua kali, saya tiba juga di HarbourFront. Lagi2 perfect! Tepat 50 menit perjalanan dari NTU-HarbourFront. Nggak ada yang salah pada kalkulasi saya

Walaupun itu pertama kalinya saya sendirian ke Station MRT HarbourFront, tidak sulit bagi saya untuk menuju pelabuhannya. Bukannya saya pandai mengingat lokasi (asal tau aja, saya itu benar2 payah untuk mengingat suatu tempat), melainkan penunjuk arah yang jelas lah yang mengatakan saya di mana letak pelabuhan.

Sesampai di pelabuhan, saya mulai deg2an. Pasalnya ada banyak orang di ruang tunggu. Apa bisa saya dapat tiket untuk keberangkatan terdekat, i.e. 10.50 WS?

Dengan was2, saya antri di loket penjualan BatamFast. Tenyata ketakutan saya terbukti! Tiket pukul 10.50 WS telah habis terjual. Yang tercepat pukul 11.50 WS! Seandainya saja berangkat jam 11.50, menurut teori paling cepat sampai Hang Nadim Airport pukul 13.20 WS, atau 12.20 WIB. Masih satu jam sebelum jadwal departure AirAsia. Tapi itu paling cepat! Seandainya molor, bisa2 sampai bandara 40 menit sebelum departure. Benar2 mepet!

Tenang! Coba cari ferry lain! Siapa tau ada yang lebih cepat berangkatnya..

Di kanan loket BatamFast ada loket Pinguin. Di papan pengumuman yang dipasang di depan loket, tertulis keberangkatan jam 11.40 WS. Hanya beda 10 menit dari BatamFast. Gimana, mau pake Pinguin aja? Tapi sekarang saya sudah di antrian BatamFast. Seandainya saya keluar dari antrian dan antri di loket Pinguin, apa saya pasti dapat tiket jam 11.40 WS itu? Seandainya nggak dapat dan antri lagi di loket BatamFast, apa bisa saya dapatkan tiket jam 11.50 WS yang semula saya inginkan? Bagaimana kalau malah dua2nya nggak saya dapat??

Nah atas pertimbangan itu, saya tetap antri saja di BatamFast. Dan alhamdulillah saya dapet tiket pukul 11.50 WS

(Bersambung…)