Kunjungan kerja atau tamasya?
May 16, 2008
Tanggal 12 Mei kemarin, anggota DPR yang saya hormati (tolong dibaca yang benar, bukan “anggota DPR/ yang saya hormati”, melainkan “anggota/ DPR yang saya hormati”) mengadakan “kunjungan kerja” ke Argentina. Kunjungan kerja sah-sah saja, asal benar-benar kunjungan kerja. Nah, masalahnya benarkah itu sepenuhnya kunjungan kerja? Silakan anda simpulkan sendiri dari agenda mereka :
Senin (12/5)
- Pukul 20.00 WIB berkumpul di Bandara Soekarno Hatta.
- Pukul 22.10 tinggal landas menuju Bandara Changi, Singapura.
Selasa (13/5)
- Pukul 00.45 tiba di Singapura (transit)
- Pukul 02.00 tinggal landas menuju Dubai Uni Emirat Arab.
- Tiba pukul 10.00 setelah transit, ganti pesawat terbang lagi ke ke Sao Paolo, Brasil.
- Pukul 17.55 Tiba di Sao Paolo
- Pukul 21.30 tinggal landas menuju Buenos Aires, Argentina
Rabu (14/5)
- Pukul 00.30 tiba Buenos Aires, check-in di Park Chateau Kempinski
- Pukul 09.00-11.00 rapat dengan parlemen
- Pukul 13.00-17.00 rapat dengan Camara Nacional Electoral (KPU)
Kamis (15/5)
- Pukul 09.00-11.00 Rapat dengan Lembaga Penyelesaian Konflik Pemilu (Electoral Management Body)
- Pukul 13.00-17.00 Tamasya ke Delta Tigre dan Colon Theatre
Jumat (16/5)
- Pukul 07.00 check-out dari hotel
- Pukul 08.30-11.00 tamasnya ke 9th Juli Avenue, Obalisk, Metropolitan Cathedral, Cabildo dan menuju bandara
- Pukul 18.00 tiba di Sao Paolo, check-in di Novotel Jeregua
- Pukul 19.00-21.00 pertemuan dengan KBRI
Sabtu (17/5) hingga Minggu (18/5)
- Dua hari penuh, tamasya dalam kota
- Minggu 19.00 check-out dan menuju bandara
Senin (19/5)
- Pukul 01.25 tinggal landas menuju Dubai
- 23.05 tiba di duabai, rombongan berpisah dan sebagian umroh
Selasa (20/5)
- Pukul 16.25 tiba Bandara Soekarno Hatta
(Agenda tersebut saya kutip dari Kompas. Kebenarannya tidak bisa saya jamin. Ketika ingin saya klarifikasi di websitenya DPR saya bingung sendiri dari mana saya bisa mengaksesnya di website yang “sangat interaktif” itu)

May 17, 2008 at 8:47 am
Walaupun benar, saya rasa tidak banyak masalah.
Walaupun terlihat *bermain-main* dan sebagainya dari mata rakyat awam (dan saya mengaku pernah begitu ketika di SMA, di SMP sih belum begitu peduli soal beginian ;p), sebenarnya kunjungan kerja atau kunjungan kenegaraan isinya begitu.
Bila banyak tamasya atau melihat-lihat itu wajar. Jika dalam suatu kunjungan kenegaraan dsb tidak ada acara begitu, artinya hubungan negara sedang tidak baik atau ada *suatu masalah*.
Dalam istilah bertamasya itu, dapat melihat bagaimana negara yang dikunjungi bekerja. Apalagi dapat melihat opini publik mereka dan berbicara dengan pihak negara hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dalam rapat.
Permasalahannya adalah… anggota DPR yang dihormati tersebut, mengerti kenapa ada banyak waktu bertamasya atau tidak. ;p
May 18, 2008 at 1:32 pm
kalo rapatnya benar-benar dikerjakan dengan baik ya OK (ini kan yang kita ngga tau…)……..
kan olimpiade juga ada tamasya… masa rapat yang (seharusnya lebih) memeras otak ngga pake tamasya? tempatnya juga kan jauh lagi…
May 18, 2008 at 4:29 pm
Ok lah kalo tamasyanya cuma setengah-satu hari. Tapi kalo sampe 2.5 hari apa nggak kelamaan?
Sebenarnya ada satu hal lagi yang mengganjal. Yang berangkat ke Argentina bukan cuma anggota dewan. Tiga keluarga dan satu istri staf juga termasuk dalam rombongan. Tapi berhubung datanya tidak terlalu lengkap, saya tidak tahu apakah mereka membiayai keberangkatan mereka dengan kas sendiri atau dengan kas negara. Kalau dengan kas negara, jelas perlu dipertanyakan
*Sebagai catatan, Kompas memuat berita ini dengan judul yang lebih kejam : “Jadwal jalan-jalan DPR di Argentina”
May 20, 2008 at 6:11 am
kayaknya tamasya deh..
June 3, 2008 at 5:13 am
ikut nimbrung nih…toh meski begitu kok keliatannya anggota/dewan yang terhormat itu cuek-cuek aja ya….
begitulah…mau diapain lagi…
June 6, 2008 at 2:57 pm
Baru 2.5 hari….
Belom 4 bulan, kalo 4 bulan udah bukan tamasya, tapi nanem padi
July 8, 2008 at 6:19 am
mboh… ra urusan!!!!!
dipikir lama2 juga tetep gitu…..
hhaaa..
July 18, 2008 at 6:18 am
kunjungan nyambi tamasya kalee….