Kompas (7 February 2008) : Pesawat kertas seukuran 20 cm akan dicoba “diluncurkan” dari ISS (International Space Station) tahun ini. Bentuk pesawat itu memang mirip dengan pesawat yang biasa kita mainkan waktu kecil. Bedanya, pesawat itu telah di-upgrade dengan cara dilapisi dengan zat antipanas dan antiair. Sayangnya tidak seperti logam, kertas tidak bisa terdeteksi radar. Akibatnya akan sulit untuk melacak di mana lokasi jatuhnya pesawat. Kalau “puing”2 pesawatnya tidak bisa ditemukan, tentu keberhasilan misi itu tidak dapat dipastikan. Oleh karena itu, saat ini sedang dikembangkan perangkat yang dapat “melaporkan” lokasi pesawat kertas itu
Untuk lebih lengkapnya silakan lihat di sini

Friendster “Hacking”

February 2, 2008

Barusan saya iseng memasukkan keyword “frienster password hacking” di google. Dan saya clicked website paling atas. Benar saja dia nyedian source code java buat ngehack FS dengan metode Brute Force (mencoba semua kombinasi). Si penulis berani mengklaim : ” I was really suprised at how well this works, to tell you the truth.”. Tapi saya heran, apa mungkin Bruto Force bisa se-powerful itu? Seandainya passwordnya terdiri dari 8 karakter alphanumeric, berarti ada 61^8 (191707312997281) kemungkinan.

Seandainya komputer kita ekstrimnya bisa mencoba 1000 kombinasi per detik. Berarti butuh 191707312997281/1000/60/60/24 = 2218835 hari = 6079 tahun.

Ah itu kan kalo cuma 1000 kombinasi per detik. Bagaimana kalo 100000 trial perdetik? Untuk kasus itu, masih butuh waktu 6.079 tahun! Benar2 impractical kan!

Nah yang lebih lucu adalah source codenya :

import java.util.*;
import java.net.*;

public class FriendsterPasswordHack {
	String name;
	String password;
	HttpConnection conn;
	ArrayList passwordHintWords;

	public FriendsterPasswordHack(String userName) {
		name = userName;
		passwordHintWords = new ArrayList();
	}

	public void doLoginAttempt() {
		conn = new HttpConnection();
		conn.setArg("name", name);
		conn.setArt("password", password);
		conn.open("http://www.friendster.com/login.php");
	}

	public void tryNextPassword() {
		passwordHints.removeLast();
	}

	public void collectPasswordHints() {
		String str = conn.getPage("friends.php");
		StringTokenizer st = new StringTokenizer(" ");
		while (st.hasMoreTokens()) {
			passwordHints.add(st.nextToken());
		}
	}

	public void go() {
		new Thread(this).start();
	}

	public static void main(String[] args) {
		FriendsterPasswordHack fph = new FriensterPasswordHack(args[0]);
		fph.go();
		fph.fuck();
		fph.yourSelf();
	}
}

Hahaha si penulis emang dari awal berniat bercanda

Yang menarik adalah hanya 6 dari 24 penulis comment yang menyadari lelucon ini!

Sorry judulnya kepanjangan :P

Tanggal 15 Desember 2007 – satu hari setelah ICPC – saya pulang ke Indonesia dari Singapore. Rutenya seperti yang telah saya sebutkan di judul : HarbourFront – Batam Centre – Hang Nadim – Cengkareng – Depok – Cengkareng – Adi Sucipto. Knapa rutenya panjang banget? Yah sebenernya alasannya simple : hanya untuk menghemat beberapa ratus ribu rupiah =)

Pagi itu saya bangun lumayan pagi buat shalat subuh. Tapi karena masih ngantuk, setelah menyetel alarm di HP, saya tidur lagi. Tak terasa saya tidur terlalu lama. Dan baru jam 7.30 Waktu Singapura (selanjutnya akan disingkat WS) saya terbangun lagi. Menurut kalkulasi, sebenarnya saya masih punya lumayan banyak waktu untuk bersantai2.

Berikut kalkulasi awal saya:

NTU-HarbourFront Station 50 menit
HarbourFront Station-Pelabuhan 10 menit
Nunggu ferry 1 jam
HarboutFront-BatamCentre 1 jam
BatamCentre-Hang Nadim Airport 0.5 jam
Hand Nadim Airport-Cengkareng 1.5 jam

(Setelah dari Cengkareng, masih ada waktu 4.5 jam menunggu penerbangan ke Yogyakarta)

Dan berikut jadwal penerbangannya :

Hand Nadim Airport-Cengkareng (AirAsia) 13.25 WIB – 15.00 WIB
Cengkareng-Adi Sutjipto (Mandala) 19.30 WIB – 20.30 WIB

Jadi sebenernya waktu yang paling penting adalah pukul 13.25 WIB. Kalo sampai ketinggalan AirAsia, pasti bakal repot banget. Untuk itu paling nggak 3.5 jam sebelum pukul 13.25 WIB, i.e. 10.00 WIB atau pukul 11.00 WS saya sudah harus brangkat dari NTU.

Nah karena pukul 7.30 WS sudah terbangun, saya santai2 saja. Toh deadline-nya jam 11.00 WS. Berikut timelinenya:

7.30 Masak nasi di Microwave
7.35-7.50 WS Mandi
7.50-8.10 WS Masak
8.10-8.25 WS Makan (saya emang lama makannya =))
8.25-8.30 WS Checking terakhir barang2

Perfect! Jam 8.30 WS sudah di bus stop. Lebih cepat 2.5 jam dari deadline!

Setalah naik SBS #175 dan berganti MRT dua kali, saya tiba juga di HarbourFront. Lagi2 perfect! Tepat 50 menit perjalanan dari NTU-HarbourFront. Nggak ada yang salah pada kalkulasi saya

Walaupun itu pertama kalinya saya sendirian ke Station MRT HarbourFront, tidak sulit bagi saya untuk menuju pelabuhannya. Bukannya saya pandai mengingat lokasi (asal tau aja, saya itu benar2 payah untuk mengingat suatu tempat), melainkan penunjuk arah yang jelas lah yang mengatakan saya di mana letak pelabuhan.

Sesampai di pelabuhan, saya mulai deg2an. Pasalnya ada banyak orang di ruang tunggu. Apa bisa saya dapat tiket untuk keberangkatan terdekat, i.e. 10.50 WS?

Dengan was2, saya antri di loket penjualan BatamFast. Tenyata ketakutan saya terbukti! Tiket pukul 10.50 WS telah habis terjual. Yang tercepat pukul 11.50 WS! Seandainya saja berangkat jam 11.50, menurut teori paling cepat sampai Hang Nadim Airport pukul 13.20 WS, atau 12.20 WIB. Masih satu jam sebelum jadwal departure AirAsia. Tapi itu paling cepat! Seandainya molor, bisa2 sampai bandara 40 menit sebelum departure. Benar2 mepet!

Tenang! Coba cari ferry lain! Siapa tau ada yang lebih cepat berangkatnya..

Di kanan loket BatamFast ada loket Pinguin. Di papan pengumuman yang dipasang di depan loket, tertulis keberangkatan jam 11.40 WS. Hanya beda 10 menit dari BatamFast. Gimana, mau pake Pinguin aja? Tapi sekarang saya sudah di antrian BatamFast. Seandainya saya keluar dari antrian dan antri di loket Pinguin, apa saya pasti dapat tiket jam 11.40 WS itu? Seandainya nggak dapat dan antri lagi di loket BatamFast, apa bisa saya dapatkan tiket jam 11.50 WS yang semula saya inginkan? Bagaimana kalau malah dua2nya nggak saya dapat??

Nah atas pertimbangan itu, saya tetap antri saja di BatamFast. Dan alhamdulillah saya dapet tiket pukul 11.50 WS

(Bersambung…)

IP & Job

December 7, 2007

Sebuah joke dari seorang dosen :

Kalian yang IP-nya 3.5 ke atas cocok jadi dosen

Kalian yang IP-nya 3 sampai 3.5 cocok jadi pengusaha

Kalian yang IP-nya 2.5 sampai 3 cocok jadi birokrat

Dan kalian yang IP-nya 2.5 ke bawah, cocok jadi anggota DPR

(Jeneponto 6/12/2007) Penggusuran rumah di Jeneponto, sebuah daerah dekat Makassar, Sulawesi Selatan berakhir ricuh. Dalam peristiwa itu seorang polisi tewas ditikam warga dan beberapa warga terluka terkena peluru tajam (bukan peluru karet – hal ini sudah dibenar Kombes Polisi Dwi Hartono yang diwawancarai Liputan6) yang ditembakkan polisi. Dalam rekaman video di liputan6.com terlihat seorang polisi menembakkan peluru langsung ke arah warga. Namun Kombes Polisi Dwi Hartono mengelak dengan alasan polisi berhak menggunakan senjata api apabila membahayakan orang lain dan diri sendiri. Padahal jelas-jelas terlihat warga yang ditembak berada di jauh sang penembak dan tidak terlihat tanda-tanda sedang melakukan penyerangan. Dalam video itu pula terekam aksi polisi menyeret warga yang sudah tak berdaya. Apakah hal itu manusiawi? Kombes Polisi Dwi Hartono membantah hal itu. Dia beralasan warga yang digeret “bukan karena sakit atau apa tapi dia tidak mau berdiri”. Padahal jelas-jelas di video terlihat kaki yang bersangkutan berdarah (kemungkinan terkena tembakan).

Silakan saksikan sendiri videonya

Exam pertama di NTU

December 6, 2007

Banyak pengalaman2 aneh dan kocak selama exam di NTU :
1st Day : CSC101 Introduction to Computer System. Nah ini exam yang paling sulit. Materinya sebenernya nggak sulit2 banget. Cuma masalahnya CSC101 adalah course yang paling banyak hafalannya. Dan sayangnya otak saya memang nggak didesign buat menghapal =). Payahnya saya nggak memperhatikan durasi ujiannya. Saya kira 2.5 jam seperti tahun2 sebelumnya. Eh ternyata cuma 2 jam! Alhasil, 2 nomer nggak diisi sempurna :(

2nd Day : CSC106 Discrete Mathematics. Ini course yang paling saya suka. Nggak banyak hapalannya. Sebagian besar logika matematika & pembuktian. Berhubung saya suka, persiapannya bisa dibilang yang paling oke. Past year exam sampai tahun 2000an sudah dikerjakan. Dua kali sudah meeting dengan lecturer, Mr. Shi Daming. Hasilnya memang lumayan memuaskan walaupun satu nomer tentang Pigeonhole nggak sempet dikerjakan.

3rd Day : CSC103 Mathematics 1. Bisa dibilang nggak begitu sukses. Satu nomer tentang Infinite Series caranya salah walau jawabannya bener. Dan satu soal tentang Kombinasi salah

4th Day : HW001 English Proficiency. Satu-satunya exam yang gak pake persiapan. Pasalnya tujuannya hanya lulus.

5th Day : CSC102 Introduction to Programming. Yang ini persiapannya kacau. Baru H-1 exam saya baca bukunya Hui Siu Cheung. Dan baru pagi2 sebelum exam saya buka2 lecture slidenya. Dan terjadi lagi kebodohan di sini. Seperti hari pertama, saya salah memperkirakan waktu. Kali ini bukan overestimate, tapi underestimate. Sebenarnya saya tau waktunya dua jam. Tapi bodohnya saya salah menjumlahkan waktu. Exam mulai jam 2.30. Tapi dalam benak saya exam selesai jam 4! Alhamdulillah itu nggak terlalu berpengaruh. Malahan berguna karena saya jadi termotivasi untuk mengerjakan dengan cepat dari awal. Hasilnya memang nggak sangat memuaskan, tapi cukup memuaskan

Play with numbers

November 26, 2007

H-1 exam CSC 106 Discrete Mathematics, saya iseng2 buka MIT OpenCourseWare. Sekedar informasi, MIT OpenCourseWare adalah E-Learning Course punya MIT. Di dalamnya ada materi2 kuliah di MIT dalam bentuk lecture video, lectere note, dan soal2.

Setelah “berkenalan” sejenak dengan navigasinya, akhirnya ketemu juga course yang saya cari. Cuma di sini namanya bukan Discrete Mathematics tapi Mathematics for Computer Science. Ada tiga materi di situ, dari yang mudah hingga yang lumayan menantang.

Saya klik bagian yang kedua (tingkat menengah) dan muncul halaman muka dengan gambar seperti berikut (mohon maaf gambarnya tidak bisa saya copy di sini, copyrighted):

1 x 8 + 1 = 9

12 x 8 + 2 = 98

123 x 8 + 3 = 987

1234 x 8 + 4 = 9876

12345 x 8 + 5 = 98765

123456 x 8 + 6 = 987654

1234567 x 8 + 7 = 9876543

12345678 x 8 + 8 = 98765432

123456789 x 8 + 9 = 987654321

 

Menarik bukan?

Eh masih ada lagi. Kali ini kita akan main pake calculator

Bagi yang belum tau, kalkulator adalah “alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu. Pada perkembangannya sekarang ini, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan daripada komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan ” (wikipedia).

Oke2, kali ini serius. Trik berikut ini saya dapatkan dari sebuah acara TV (saya lupa namanya. Yang jelas ada kata 裏ワザ nya. Silakan cari di youtube dengan keyword itu).

1) Pertama2 siapkan dulu kalkulator anda. Apabila tidak ada kalkulator, silakan beli dulu =p

2) Perhatikan susunan angka di kalkulator. Semua kalkulator pasti susunannya seperti ini :

7 8 9

4 5 6

1 2 3

3) Nah sekarang anda akan bermain dengan angka-angka itu

  • Coba hitung 123 + 369 + 987 + 741 (perhatikan polanya di kalkulator). Hasilnya pasti 2220!
  • Sekarang hitung 236 + 698 + 874 + 412 (perhatikan polanya di kalkulator). Hasilnya 2220 juga bukan?
  • Wah itu pasti cuma kebetulan! Ya udah sekarang hitung 321 + 147 + 789 + 963. Nah loh 2220 juga kan!
  • Coba juga 555 + 555 + 555 + 555

4) Kaget? Eits tunggu dulu, masih ada yang lebih hebat

Kali ini coba pola2 yang lebih rumit:

  • “Gambar” huruf “L” : 74123
  • Rotasikan kalkulator 90 derajat searah jarum jam dan “gambar” lagi huruf “L” : 12369
  • Rotasikan & “gambar” lagi : 36987
  • Sekali lagi : 98741
  • Nah sekarang jumlahkan angka2 itu. Teng teng teng… 222220!

 

5) Kali ini buat pola yang lebih rumit.

  • Huruf Z : 7895123 + 1475369 + 3215987 + 9635741 = 22222220!
  • Coba huruf S. 987456321 + 741258963 + 123654789 + 369852147 = 2222222220
  • Huruf G : 987412365 + 741236985 + 123698745 + 369874125 = 2222222220

Tanya kenapa?

Paradoks Tukang Cat

November 16, 2007

Di sebuah kota, semua penduduknya mempunyai sebuah rumah. Tukang cat di kota itu mengklaim bahwa dia mengecat semua rumah yang tidak dicat oleh pemiliknya.

Nah pertanyaannya : Siapa yang mengecat rumah tukang cat?